Rabu, 13 Mei 2015

Perihal ditinggalkan atau meninggalkan?

Perihal meninggalkan atau ditinggalkan?

Tha akhirnya menyadari sesuatu. Kemiripan mengapa tha memutuskan berhenti mengajar dan resign dari kantor hijau kuning. Selain perkara pemicu, sebenarnya keduanya karena akumulasi ditinggalkan. Mengajar kelas 9, dua kali tha ditinggalkan murid yang tha sayang serempak setiap kelulusan. Bekerja bareng orang yang dianggap keluarga, dalam waktu kurang dari 2 tahun, ditinggalkan tiga kali.

Pantas, saat ada tiga tawaran pekerjaan di sekolah sebagai pengajar sekarang, tha agak trauma. Karena harus siap ditinggal lagi. Mungkin, karena itu tha memutuskan agar tha yang meninggalkan. Haha... jadi akar penyebabnya di sana.

I know it, now...
That i don't like "ditinggalkan", I feel so enough for that.

Thanks santi

Selasa, 12 Mei 2015

[Review buku] Antologi puisi penulis lepas

Judul: Antologi puisi penulis lepas
Penulis: komunitas penulis lepas, komunitas apresiasi puisi, dan komunitas puisi FLP
Penerbit: Pustaka Jamil
Dimensi: x + 148 hlm, 14 x 21 cm, cetakan I Januari 2011
ISBN: 989 979 15088 5 8

Buku ini dihadiahkan Mas Epri Tsaqib pada saya saat menjadi panitia Pesta Literasi Jakarta 2013. Baru saja saya buka plastiknya tadi pagi, di antara tumpukan buku yang belum saya baca. Tipis, ringan, tapi sampulnya kurang menarik minat membaca saya. Setelah saya baca isinya, yang terbagi menjadi dua kelompok. Yakni tahap I berisi 71 puisi, dan tahap II berisi 20 puisi pilihan dari 3 editor yaitu Misbach, Epri Tsaqib, dan Ahmad Sekhu.

Secara keseluruhan, tema yang diambil campuran. Ada tentang cinta, kegundahan akan negeri, pertanyaan akan Tuhan, dlsb. Keindahan diksi pun berbeda-beda. Ada yang bagus dan mudah dipahami, ada yang kurang bagus serta tak mudah ditangkap maknanya serta ada yang seperti kumpulan quote, tak berkaitan. Ada yang begitu panjang sampai tiga lembar, ada yang begitu pendek hanya empat baris. Tapi editannya masih banyak yang typo, juga kesalahan teknis yaitu perbedaan font size dan font type di beberapa puisi. Bahkan di tahap II, ada pengulangan puisi di halaman 114 dan 128, itu adalah puisi yang sama milil Lubis Gafura. Jadi sebenarnya, hanya 19 karya yang lolos di tahap 2.

Dari semuanya, tidak ada yang begitu mengena di hati saya, atau menjadi unggulan. Kesan yang saya dapatkan adalah buku ini diterbitkan untuk kebahagiaan komunitas itu saja. Sebagai penghargaan pada para penulisnya. Bukan untuk konsumsi umum. "Yang penting terbit" Tapi, itu sih sekadar opini saya saja.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

[Review buku] Bertengkarlah dengan indah

Judul: Bertengkarlah dengan indah
Penulis: Naylil Moena
Penerbit: Flashbooks
Dimensi: 176 hlm, cetakan I April 2011
ISBN: 978 602 978 590 6

Dalam kehidupan rumah tangga atau pasangan kekasih, pertengkaran tidak bisa dielakkan. Banyak sekali faktor pemicunya. Namun, apakah bertengkar adalah wujud tidak sehatnya sebuah hubungan atau keluarga? Benarkah bertengkar adalah hal negatif yang selalu berpengaruh buruk? Apakah benar, sebuah hubungan atau rumah tangga yang di dalamnya terjadi pertengkaran akan berujung dengan kehancuran? Buku ini mengatakan TIDAK. Tak selamanya pertengkaran berakibat negatif dan berujung kehancuran. Bertengkar seringkali mampu menjadi "energi" keharmonisan. Karenanya, rumah tangga yang tanpa pertengkaran adalah rumah tangga yang "tidak sehat" dan "dingin".

Diawali dengan bab 1 berjudul "Realitas Kehidupan Rumah Tangga" penulis mengajak para pembaca untuk menyadari bahwa tidak ada pernikahan yang sempurna serta perbedaan dasar antara suami dan istri. Masuk ke bab 2, penulis menyampaikan gagasan mengenai "Mengantisipasi Terjadinya Pertengkaran". Hal itu bisa dilakukan dengan peka terhadap perubahan pasangan, menghindari adu mulut, aksi diam dan adu fisik, serta memberitahu cela pasangan tanpa menyakiti. Di bab 3, penulis membahas "Sumber Pertengkaran" yang umum memicu, di antaranya masalah keuangan, pasangan hidup sakit, nasib apes, jarak yang jauh, pembagian peran yang tidak seimbang, pola pengasuhan anak, tidak cocok dengan keluarga pasangan, selingkuh, dan masalah seksualitas. Pada bab 4, penulis menyampaikan seni "Mengelola Pertengkaran" di antaranya dengan mengendalikan luapan emosi, menyimpan masalah dari orang lain, menahan amarah di depan anak, rayuan maut, curhat pada orang yang dipercaya, mengelola kecemburuan, menjadikan marah tidak berlarut-larut, bicara empat mata, dan berbesar hati memaafkan serta meminta maaf. Bab 5 berisi tentang "Point of Finally" di antaranya bertutur lebih mesra, memanjakan pasangan, komunikasi dua arah, kemesraan seksual, saling memberi motivasi, dan membuat new strategic plan. Terakhir, bab 6 tentang memetik hikmah dari pertengkaran.

Bahasa yang digunakan cukup sederhana dan menampilkan banyak sumber dari pakar-pakar serta buku terkait. Secara keseluruhan cukup bermanfaat dan dekat dalam keseharian contoh-contoh yang disajikan.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

Senin, 11 Mei 2015

[Review buku] Ways to live forever

Judul: Ways to live forever - setelah aku pergi
Penulis: Sally Nichols
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 216 hlm, 20 cm, cetakan ketiga Desember 2008
ISBN: 978 979 22 3653 8

Novel ini menceritakan semua hal tentang Sam, anak lelaki berusia sebelas tahun yang terkena penyakit Leukimia. Dia begitu menyukai fakta-fakta dan memiliki rasa pengetahuan yang tinggi. Terutama tentang kematian. Sam membutuhkan jawaban atas pertanyaannya yang enggan dijawab orang-orang.

Dengan format buku harian yang unik dan menarik, Sam mulai menulis buku ini pada tanggal 7 Januari dan berakhir di tanggal 12 April. Sebab Sam meninggal di tanggal 14 Aprilnya, dengan begitu tenang. Ada banyak daftar, cerita, gambar, pertanyaan, dan fakta-fakta.

Saya membayangkan posisi anak berusia sebelas tahun yang sadar bahwa hidupnya hanya dalam hitungan bulan. Betapa Sam sangat siap, terbukti dengan 11 daftar dan 8 pertanyaan yang tak terjawab.

Daftar:
1. Lima fakta tentang aku
2. Lima fakta tentang penampilanku
3. Hal-hal yang ingin kulakukan
4. Hal-hal favorit
5. Kiat-kiat hidup abadi
6. Yang mesti dilakukan waktu orang meninggal
7. Lima fakta tentang Dad
8. Fakta-fakta fantastis tentang balon zeppelin
9. Hal-hal paling asyik
10. Ke mana orang pergi sesudah mati?
11. Hal-hal yang kuinginkan setelah aku pergi

Pertanyaan-pertanyaan tak terjawab:
1. Bagaimana kita tahu kita sudah mati?
2. Kenapa Tuhan membuat anak-anak jatuh sakit?
3. Bagaimana kalau ada orang yang sebenarnya belum mati, tapi dikira sudah mati oleh orang-orang lain? Apakah dia akan dikubur hidup-hidup?
4. Sakitkah kalau mati?
5. Seperti apakah kelihatannya orang yang mati? Atau apa rasanya?
6. Kenapa sih orang mesti mati?
7. Ke mana orang pergi setelah mati?
8. Apakah dunia ini masih ada setelah aku tiada?

Pertanyaan-pertanyaan itu begitu polos, khas anak-anak, namun begitu sulit dijawab. Bahkan saya pun penasaran akan 8 pertanyaan itu. Begitu haru buku ini menceritakan bagaimana keadaan keluarga inti, terutama orang tua yang memiliki anak penderita kanker. Seolah semuanya begitu melelahkan, berbagai upaya dicoba, meski sudah tahu hasilnya. Tak jarang keluarga tersebut kehilangan keharmonisannya, mereka jadi sering bertengkar. Itu semua karena mereka frustasi dan sayang. Belum lago sensitifitas sang penderita kanker itu sendiri. Itulah beberapa kejadian nyata yang saya lihat di keluarga teman yang memiliki anak penderita kanker. Tak jarang keluarganya jadi hancur, broken home bagi saudara anak yang menderita kanker.

Menarik sekali, kemasan buku ini yang dilengkapi sketsa, gambar dan foto khas buku harian. Juga gaya bahasanya terasa benar-benar seperti membaca buku harian anak kecil penderita kanker. Mengingatkan saya ke film My sister's keepers di saat-saat terakhirnya.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

Minggu, 10 Mei 2015

[Review buku] Menggapai impian

Judul: Menggapai impian
Penulis: Masriyah Amva
Penerbit: Kompas
Dimensi: xxii + 234 hlm, 14 x 21 cm, cetakan I September 2010
ISBN: 978 979 709 517 8

Buku ini berisi kisah suka duka Nyai (panggilan untuk perempuan pengasuh pesantren) dalam hidupnya. Dibagi menjadi tiga bab yang bertema; sunyi, luka, dan rindu. Bagaimana ia mengadukan segala kelemahan dan kesulitannya pada Tuhan mulai dari himpitan utang, cibiran orang-orang, musibah, penyakit sulit makan yang membuat Nyai harus ke restoran minimal 2 hari sekali demi menggugah selera makannya meski ia miskin, hobi belanja dan sikap borosnya, kehidupan pernikahannya yang sampai dua kali, serta beragam keinginannya yang terlihat begitu tidak mungkin saat itu, seperti naik haji, berkurban, mengasuh pesantren putri, dan menulis buku.

Beragam puisi buatan nyai pun mengisi lembaran-lembaran pergantian buku ini. Bermacam doa dalam bahasa khas Nyai, bahasa indonesia, ia terangkan. Bagaimana merayu Allah dengan caranya, sehingga semua kelemahan diubah menjadi kekuatan dan Allah kabulkan apa yang ia pinta.

Membaca buku ini, mengetahui seluk beluk kehidupan seorang Masriyah Amva, membuat saya seperti melihat sosok mama saya. Betapa begitu lurus dan jernih segala perilakunya. Segalanya dikembalikan pada Allah. Kadang menyebalkan... bagi saya, karena saya masih suka mencari alasan atau pembenaran bahwa lazim sesekali kita khilaf. Tapi Nyai dan mama saya sepertinya memiliki kesamaan. Saklek. Lurus. Pasrah sekali dan yakin pada Allah. Saya suka doa-doanya yang detail. Tapi secara keseluruhan, beberapa part di buku ini agak membosankan bagi saya karena lebih fokus menceritakan perasaan penulis dibandingkan tindakan konkretnya.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

[Review buku] Impian keliling dunia

Judul: Impian keliling dunia (Kumpulan cerpen komedi)
Penulis: Olih dan teman-temannya (Anisa Ae, Radindra Rahman, dkk)
Penerbit: AE Publishing
Dimensi: iv + 94 hlm
ISBN: 978 602 18292 5 7

Kumpulan cerpen komedi yang terdiri dari 16 cerpen ini dihadiahkan oleh salah satu penulis kepada saya di tahun 2013. Maaf yaa olih, baru saya baca bukumu. Surprise lagi, ternyata Olih nulis 2 cerpen di sini. Hahaa...

Well, secara keseluruhan ada beberapa yang lucu, tapi ga sampai membuat saya terpingkal siih.. Di antara 16 cerpen itu, yang paling lumayan saya suka berjudul "Marko Saklitunov Menuju Cina". Ide nama tokohnya buat saya geli. Tema yang diambil semua memiliki benang merah. Tentang mimpi tiap tokoh untuk keluar negeri. Tapi di beberapa cerita, saya menemukan kesamaan ending, bahwa ternyata itu semua mimpi. Lainnya kadang terlalu maksa dan menurut saya kurang logis cara yang ditempuh untuk keluar negeri. Terlalu banyak kebetulan yang akhirnya meloloskan beberapa tokoh menunaikan impiannya.

Secara tampilan, terkesan jadul sekali. Karikaturnya kurang menarik. Dan sosok karikaturnya kenapa mirip olih ya? Kurus, jangkung gitu... haha

Berikut judul keenam belas cerpen dan negeri yang dituju:
1. Kanguru
Tujuan tokoh aku yang begitu inhin ke australi demi bertemu kanguru.

2. Hollywood is my dream
Tujuan Vanilla ke hollywood untuk bertemu leonardo di caprio.

3. Benua ke benua
Tujuan filan jalan-jalan ke australi, amerika, eropa.

4. Whitening cream
Tujuan rafel ke nigeria untuk jualan whitening cream.

5. Jono amazon
Tujuannya amazon. Tulisannya olih.

6. Go to korea
Tujuan Asep dan band kampungnya yang ingin terkenal dengan syuting youtube di Korea.

7. Marko saklitunov menuju cina
Tujuan marko ke cina untuk membuktikan dan mengukur sendiri panjang tembok cina.

8. Autumn, arkansas, and my dream
Tujuan Lusy ke Arkansas semi merasakan autumn yang indah dengan daun berwarna-warni.

9. Petualangan di amerika serikat
Tujuan Nindy ke amerika.

10. Wish coming true in venice
Tujuan Icha ke venesia.

11. Made in indonesia
Tujuan tita ke singapura, menemani anak majikannya belanja.

12. Menggapai bollywood
Tujuan sri devi ke india, ingin ketemu shah rukh khan dan resepsi nikah di depan taj mahal.

13. Naik ojek keliling paris
Tujuan Dudi ke paris bersama euis pacarnya.

14. Demi gangga
Tujuan Nia ke India demi memancing di sungai gangga. Tulisan kedua olih.

15. Jepang aku datang
Tujuan Fanny ke Jepang, bersama ketiga temannya dengan mengikuti lomba cosplay.

16. Undian berhadiah
Tujuan Joni ke India demi bertemu Aishwarya Ray.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

Sabtu, 09 Mei 2015

[Cerita lirik] Rapuh

Belum sempat kumembagi kebahagiaanku
Belum sempat kumembuat dia tersenyum
Haruskah ku kehilangan, untuk kesekian kali
Tuhan kumohon jangan lakukan itu

Kosong. Pikirannya terasa begitu kosong. Menatap tubuh yang terbaring di hadapannya, berbalut kain putih. Rumahnya ramai, tapi ia merasa begitu sepi. Sendiri. Ia diam. Bukan diam yang tenang. Lebih kepada tak tahu harus berbuat apa. Berusaha mencerna keadaan. Lalu kesadaran datang menyergapnya. Matanya berkabut. Kerongkongannya tercekat. Susah payah ia menelan air liurnya sendiri. Satu kesimpulan ia dapatkan. Tubuh itu, tubuh yang terbaring berbalut kain putih itu... adalah tubuh seseorang yang sangat ia cintai. Satu-satunya keluarga yang ia miliki, setelah kepergian ayahnya lima belas tahun lalu. Perlahan matanya merintik. Kelebat kejadian melintas dalam pikirannya. Bagaimana ia sampai di sini, ditelepon saat sedang bekerja. Sepanjang perjalanannya tadi, ia bagai mayat berjalan. Tak sadar. Kecerdasannya hilang begitu saja saat mendengar kabar duka itu. Ibunya meninggal.

Sebab kusayang dia
Sebab kukasihi dia
Sebab kutak rela
Tak selalu bersama

Matanya hujan. Penyangkalan mulai membuatnya menggugat Tuhan. Ia merasa ini tak pantas terjadi. Tidak. Satu-satunya orang yang ia sayang, kasihi diambil kembali. Lalu... ia akan sendiri. Sendiri menghadapi dunia ini. Mengapa Tuhan begitu tega? Pikirnya.

Kurapuh tanpa dia
Seperti kehilangan arah

Dulu, saat ayahnya meninggal separuh dirinya ikut hilang. Ia yang begitu dekat dengan ayahnya, merasa kekosongan di sebagian hatinya. Lalu kini, ibunya... sempurnalah sudah. Ia merasa begitu rapuh. Bagaimana ia bisa menghadapi dunia ini sendiri? Siapa yang akan mengarahkannya? Memberinya nasehat-nasehat saat ia berlaku bodoh. Mendoakannya tanpa dipinta. Siapa?

Jikalau memang harus kualami duka
Kuatkan hati ini menerimanya

Hanya sebentar. Lalu ia teringat bahwa orang tuanya tak pernag menginginkan dia menggugat Tuhannya. Penyangkalan berangsur menjelma penerimaan. Bagaimanapun, yang pergi tetap akan pergi. Kematian itu niscaya. Dan ia bukanlah orang pertama atau satu-satunya yang pernah mengalami ini. Ditinggalkan. Meski terpaksa... satu-satunya cara adalah menerima. Berdamai dengan dirinya sendiri.

*cerita lirik rapuh - agnes monica

Meta morfillah