Selasa, 31 Januari 2017

Birrul walidain

BIRRUL WALIDAIN

Di saat seusiamu sedang menguncirkan rambut anak gadisnya yang lucu, kamu malah menguncirkan rambut ibumu yang beruban dan rontok, tak mengapa.

Di saat sebayamu sedang membersihkan kotoran anak lelakinya yang aktif, kamu malah membersihkan kotoran bapakmu yang tak bisa lagi beranjak ke kamar mandi, tak mengapa.

Di saat seangkatanmu travelling ke mana pun mereka ingin, kamu sibuk menemani orangtua yang kian senja di teras rumahmu yang berangin, tak mengapa.

Semua itu tak mengapa... terimalah dengan penerimaan yang indah, keikhlasan terbaik. Sebab kamu adalah orang terpilih. Dipilih langsung oleh Allah untuk mengurus pintu surga paling tengahnya, ridha orangtua.

Tidak semua anak mendapatkan keistimewaan mengurus orangtuanya. Ada yang akan terpisah jarak, ruang, dan waktu. Sebab ada orangtua yang lebih dahulu dipanggil Allah sebelum kita sempat berbakti atau sebaliknya.

Ya, mungkin kita belum menggenap. Masih setengah agama. Tapi surga itu banyak pintunya. Jangan terpaku pada satu hal itu saja, lalu lupa pada pintu surga terdekat di rumahmu. Yang jauh lebih berhak kaupikirkan daripada dia yang abstrak.

Because when you grow up, your parents will grow old too...

Meta morfillah

Dekat jendela

DEKAT JENDELA

Hal paling menyenangkan saat bepergian jauh dengan kendaraan adalah duduk dekat jendela. Terlebih dalam kereta dan pesawat. Maka saat aku mendapatkan tiket kereta yang terletak di dekat jendela, hatiku riang! Jika sendiri, aku akan puaskan menempelkan wajah ke kaca jendela. Menatap puas pemandangan di luar, seakan hanya aku yang ada di sana. Dunia berhenti sejenak.

Dari dekat jendela aku banyak mengulang memori serta refleksi akan perjalanan hidupku. Dari sekian banyak moda transportasi, adalah kereta yang paling sering memunculkan memori, menjentikkan inspirasi dan kata romantis. Derunya yang stabil, berderet pemandangan yang seakan berlari, serta beragam stasiun yang terlewati. Membuat diriku seakan menjelma kereta itu sendiri.

Dari tepi jendela kereta, aku melihat masa lalu yang terlewat dalam pepohonan, rumah, dan sawah yang dilalui. Berlari cepat, tertinggal jauh di belakang. Dari tepi jendela kereta, aku merenungi masa kini yang sedang kujalani. Meskipun banyak hal terlewat, aku tetap berjalan menuju masa depan tanpa berpikir untuk kembali. Dari tepi jendela kereta, aku berpikir tentang masa depan. Kereta yang kunaiki masa depannya telah jelas, akan berhenti di stasiun akhir yang tertera di tiketku. Sementara aku? Aku tak tahu akan berhenti di stasiun hati siapa. Atau bahkan akan berhenti di tengah jalan tanpa pernah sampai ke stasiun hatimu, sebab kematian lebih dulu menjemputku. Masa depanku belum sepasti kereta ini.

Aku tak tahu apakah aku telah melewatkanmu seperti banyak stasiun yang telah kulewati. Aku tak tahu apakah akan dipertemukan denganmu, seperti pertemuan orang-orang di stasiun akhir. Yang aku tahu, aku rindu berhenti untuk pulang. Menuju kamu sebagai rumahku.

Meta morfillah

Senin, 30 Januari 2017

Di balik

Di balik foto yang bagus, terdapat pengorbanan fotografer yang sabar.

Sebagaimana itu pula, di balik kehidupanku yang nampak bahagia dan diberkahi, terdapat seorang mama yang luar biasa. Seseorang yang menjadi tempatku berpulang dalam damai, menanggapi bijak beragam keraguanku  akan diriku sendiri, memberanikan jiwa kerdilku dan membuatku tegap berdiri di hadapan lainnya. Seakan aku begitu tangguh, tak terlihat rapuh.

Sosok yang kehadirannya adalah penyembuh duka, peretas luka.

Aku suka curhat hanya pada Allah dan mama. So, if you wanna know me so well... you know who should you ask.

Meta morfillah

Orang keren = Agen islam yang baik

ORANG KEREN = AGEN ISLAM YANG BAIK

Anak-anakku yang shalih dan shalihah,
Orang keren itu menurut Pidi Baiq adalah orang yang meski dia tidak suka mengerjakan suatu hal tapi dia tetap menyelesaikannya dengan baik. Contohnya tidak suka sekolah, tapi dia tetap sekolah dan menyelesaikan sekolahnya dengan standar yang ditetapkan bahkan lebih.

Orang keren itu yang menjaga tutur kata dan adabnya. Nah, ini kita sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Jadi kurangi yaa berkata kasarnya, kita kan BAIK.

Orang keren itu yang berkah hidupnya, berkah ilmunya. Bermanfaat untuk semesta. Nah, untuk mendapat keberkahan itu, kalian harus respect/hormat sama pemberi ilmu. Bila ridha sudah digenggam, insyaa allah kalian akan dimudahkan menguasai ilmu apa pun.

Anakku yang shalih dan shalihah...
Kalian adalah harapan besar orangtua, guru, dan dunia ini. Kita tak pernah tahu akan menjadi sebesar apa kita nanti. Akan menjadi peran apa dalam hidup ini.

Satu hal yang pasti, dalam doa ibu selalu terlantun doa ini. Doa yang sudah kalian sering dengar dari mulut ibu.

"Rabbi habli minasshaalihiin."

Hanya pada Allah, ibu meminta ketetapan dan ketepatan hati kalian agar senantiasa menjadi agen Islam yang keren.

-gak usah ditag, toh kalian pasti baca ini. Lalu besoknya dibicarakan deh di kelas. Hehe (n_n)-

Meta morfillah

Minggu, 29 Januari 2017

Maukah kamu bersabar?

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً   ؕ  اَتَصْبِرُوْنَ ۚ  وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًا
"... Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat."
(QS. Al-Furqan: Ayat 20)

Marilah mengambil energi cinta dari langit, agar kesabaran kita tak pernah habis menyelesaikan masalah di bumi. Sungguh, Allah Maha Melihat segala upaya kita menghadapi cobaan.

Mungkin kita tak berhasil, tapi kita sudah berusaha terbaik. Dan energi terbaik itu ada dalam kalamNya. Bacalah arti ayat yang kaubaca, niscaya kaurasakan semua ayat itu berkata padamu, memberi energi baru.

Maukah kamu bersabar?

Meta morfillah

[Review buku] Genap

Judul: Genap

Penulis: Nazrul Anwar

Penerbit: Adnara self publishing

Dimensi: 166 hlm

ISBN: -


Buku ini adalah mahar sang penulis untuk istrinya di hari pernikahan mereka. Berisi tentang 48 hal yang memakai judul belakang 'kamu'. Siapa pun kamu, hingga penutup dari kamu. Fiksi keseharian tentang fase awal pasangan yang menggenap. 


Diolah dengan sudut pandang sang wanita sebagai aku dan sang pria sebagai kamu. Membacanya membuat saya tersenyum dan mengangguk-angguk, sebab ada beberapa kisah yang mirip dengan yang saya alami. Agak jleb juga di beberapa bagian.


Sayangnya, ada banyak typo dan peletakan kata depan di- EyD yang masih kurang benar. Bentuknya yang narasi cukup membuat lelah dengan font berkait dan berukuran kecil.


Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.


"Banyak menuntut memang sering membuat orang lupa, kalau ternyata banyak yang harus diperbaiki dari dirinya sendiri." (H.7)


"Banyak menuntut punya efek yang sama dengan banyak berharap; mengundang rasa kecewa." (H.19)


"Dan adakah rasa sebal yang lebih menyebalkan, selain rasa sebal terhadap diri sendiri?" (H.33)


"Cara terbaik menghadapi ketidakpastian adalah dengan memastikannya." (H.49)


"Selayaknya manusia memang harus selalu menyediakan ruang tunggu di hatinya. Bukan karena belum atau tak bisa melakukan apa-apa, tapi karena ada banyak hal yang tak bisa ditentukan oleh seorang manusia secara sendirian." (H.60)


"Seberapa besar kita boleh berharap?

Sebesar kapasitas hati kita untuk menampung rasa kecewa." (H.62)


"Orang yang berani mengakui perasaannya, tentu akan memperjuangkan apa yang dirasakannya. Sebaliknya, orang yang tidak berani, lebih memilih untuk menyimpannya, untuk melupakannya. Padahal bisa jadi melupakan jauh lebih sulit daripada memperjuangkan." (H.70)


"Sejatinya ada 3 manusia yang terlahir ketika seorang perempuan melahirkan anak untuk yang pertama kalinya; bayi, ayah, dan ibu." (H.113)

Rabu, 25 Januari 2017

Together (Hak pilih)

Sejak dapat hak pilih, saya tidak pernah mau melewatkan hal prestisius tersebut. Meski awalnya saya awam tentang dunia politik, tapi saya selalu berpendapat bahwa lebih baik membuat keputusan memilih yang salah daripada tidak memilih. Sebab itulah pertanggungjawaban dunia akhirat kita kelak, sebagai pemimpin bagi diri sendiri dan efek berantai dari satu suara kita yang berharga. Domino effect, pemimpin RT, RW, hingga presiden negara ini akan memengaruhi beragam kebijakan dunia.

Jadi jangan sepelekan hak pilihmu! Percayalah, 20 tahun dari sekarang kamu akan lebih menyesal atas hal yang tidak kamu lakukan dibanding salah dalam hal yang telah kamu lakukan.

Menjelang pilkada DKI kali ini, saya menganggap harus banget saya belain urus surat izin ke Jakarta (FYI, saya tetap warga DKI, meski domisili di Bogor setahun belakangan) untuk memilih di tanggal 15 Februari. Mengapa?

Sebab saya tak mau sampai negeri ini seperti Aleppo dan lainnya. Salah memilih pemimpin hingga berujung pembantaian di negeri sendiri. Tidak ada lagi kedamaian dan ketenangan beribadah dan hidup lainnya. Dan itu terjadi kebanyakan karena pemimpin yang layak kalah. Kalah karena kurang dukungan. Dukungan kurang karena banyak yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.

I think it's not responsible... When you disappointed or desperate with this country, but you don't doing nothing. You just can complaint without action. Your voice is your action in electabition. Come on... grow up. Be childlike, not childish.

TOGETHER WE CAN...

Bismillah... semoga dapat pemimpin yang memiliki visi baik dunia akhirat.

Meta morfillah