Senin, 17 April 2017

[Mentoring] Hadits arbain kelima

HADITS ARBAIN KELIMA

Ahad, 16 April 2017
Bu Efi dan tambahan dari pak yusuf (Kepsek)

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah r.a. dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang
bukan (berasal) darinya, maka dia tertolak. (Riwayat Bukhari dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.

Kandungan Hadist :
1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.
Misal pernah ada yang menawar hukuman rajam untuk dosa zina diganti denda, Rasul menolak.

2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.
Juga menerangkan berbagai perbuatan/inovasi yang diterima. Misal pengumpulan Al Quran di zaman Abu Bakar, penyeragaman bacaan Al Quran di zaman Utsman bin Affan, ilmu nahwu/sanad hadits di zaman sahabat. Dibolehkan sebab bukan hal yang prinsip dan sangat bermanfaat untuk umat.

3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’(mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah SAW telah
berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada.
Untuk hal-hal prinsip tidak boleh ada kreativitas. Kreasi hanya boleh untuk hal-hal furu' (cabang).
Silakan lihat Q. S. Ali Imran ayat 31 dan Q. S. Al An'am ayat 153.

4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.
Tentang bid'ah terbagi menjadi dua: tercela dan terpuji. Bid'ah tercela ada dua hukum: makruh dan haram, bergantung pada bahaya dan ketidaksesuaiannya.

Ittiba’ tidak akan terwujud kecuali jika amalan sesuai dengan syariat di dalam enam perkara yaitu:

1. Sebab
Jika seseorang beribadah kepada Allah Ta’ala dengan satu ibadah yang disertai dengan sebab yang tidak syar’i maka ibadah ini tertolak kepada pelakunya.
Contohnya, menghidupkan malam ke duapuluh tujuh bulan Rajab dengan shalat tahajjud, dengan anggapan bahwa malam itu adalah malam isra’ mi’raj. Maka shalat tahajjud pada asalnya adalah ibadah, namun ketika dikaitkan dengan sebab ini, maka menjadi bid’ah karena dibangun di atas sebab yang tidak ditetapkan secara syar’i.

2. Jenis
Jika seseorang beribadah kepada Allah Ta’ala dengan suatu ibadah yang jenisnya tidak disyariatkan, maka ibadah itu tidak diterima.
Contohnya, menyembelih kuda sebagai hewan kurban. Karena hewan kurban hanya dari jenis binatang ternak onta, sapi dan kambing.

3. Ukuran
Seandainya ada seseorang yang ingin menambah satu shalat sebagai shalat wajib atau menambah satu raka’at dalam shalat wajib, maka amalannya ini adalah bid’ah dan tertolak. Karena amalan (shalat) itu menyelisihi syari’at di dalam ukuran dan bilangannya.

4. Tata cara
Jika seseorang membolak-balik wudhu dan shalat, maka wudhu dan shalatnya tidak akan sah. Karena amalannya menyelisihi syari’at di dalam kaifiyah (tatacara).

5. Waktu
Seandainya seseorang menyembelih hewan kurban di bulan Rajab atau puasa Ramadhan di bulan syawwal atau wukuf di Arafah pada tanggal sembilan Dzulqa’idah, maka itu semua tidak akan sah karena menyelisihi syari’at di dalam waktu.

6. Tempat
Jika seseorang melakukan i’tikaf di rumahnya, tidak di masjid atau dia wukuf pada tanggal sembilan Dzulhijjah di Muzdalifah, maka hal itu tidak sah karena menyelisihi syari’at di dalam tempat.

#catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

Minggu, 16 April 2017

Berubah

BERUBAH

Dulu saya sering bertukar pikiran dengan kawan lelaki yang playboy. Berkali kami membahas tentang perubahan atau berubah. Saya dan dia sering bertentangan. Dia mengajukan hipotesa bahwa seseorang bisa berubah karena seseorang atau cinta. Bagi saya tidak semudah itu.

Kasus yang melahirkan hipotesa dia adalah bila seorang playboy seperti dia bisa setia jika telah menemukan wanita yang klik sama dia dan dia nikahi. Bagi saya itu bullshit. Sekali playboy, selamanya bibit itu akan ada. Tinggal menunggu waktu dan kesempatan.

Dia dengan yakin berkata bahwa kita bisa mengubah seseorang apalagi bila orang itu cinta sama kita. Lagi-lagi bagi saya itu omong kosong. Tidak ada manusia yang mampu mengubah hati. Semua adalah dari dalam diri dan kehendak Sang Pembolak-balik hati.

Saya berargumen bahwa bodoh sekali orang yang mengira bisa mengubah pasangannya yang dulu playboy saat pacaran menjadi setia setelah menikah. Atau sudah kasar saat pacaran menjadi lembut saat menikah.

Sebab bagi saya, tidak ada manusia yang mengenal 100% manusia lainnya. Tetap saja ada sisi misterius dan kegelapan dalam setiap diri. Maka, jangan berharap kita mampu mengubah dengan daya manusia kita. Tapi bersikaplah terbaik dan libatkan Allah. Doa... mengubah hati, "Yaa rabb, Yaa... muqollibal quluub."

Pada akhirnya, dia sadar bahwa saya tidak akan memilih dia menjadi pasangan saya sebab saya tidak mau memilih yang jelas-jelas playboy. Yaa... mungkin saja dia berubah, setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Lalu kembali ke sifat aslinya. Maka, carilah calon ayah/ibu untuk anakmu kelak, jangan sekadar mencari penggenap. Pernikahan itu peristiwa peradaban, bukan sekadar seremoni belaka. Yang mudah kautinggal saat kautaksuka.

Yaa rabb... semoga kami tidak tersesat dan mampu menemukan dia yang Engkau ridhai dan kami pun ridha untuk melangkah bersama dalam bahtera menuju surga. Aaamiinn

Meta morfillah

Sabtu, 15 April 2017

[Review buku] H.I.V.E Sekolah Tinggi Ilmu Kejahatan

Judul: H.I.V.E Sekolah Tinggi Ilmu Kejahatan
Penulis: Mark Walden
Penerbit: Mizan
Dimensi: 396 hlm, cetakan I Maret 2014
ISBN: 978 979 433 713 4

Selama ini sekolah yang kita ketahui adalah tempat mengasah kemampuan positif terbaik dan menghasilkan siswa terbaik demi kebaikan. Tapi tidak di HIVE. Sekolah khusus penjahat yang keberadaannya misterius. Merekrut yang terbaik untuk menghasilkan yang terburuk adalah mottonya.

Dengan kepala sekolah bernama Dr. Nero dan guru-guru terjahat di bidang masing-masing, sulit bagi siswa yang berencana kabur dari HIVE. Itulah mengapa Otto Malpense membentuk kelompok bersama Wing yang jago bela diri, Shelby yang jago mencuri, dan Laura yang jago teknologi untuk menyukseskan misi kaburnya.

Banyak twist tak terduga dalam novel ini. Salah satunya alasan mengapa Otto direkrut oleh HIVE dan orang yang merekomendasikannya adalah orang terjahat yang ditakuti dunia bernama Number One. Sosok aslinya bahkan tidak ada seorang pun yang tahu. Tapi kekejiannya begitu berkuasa.

Berhasilkah Otto dan kawan-kawannya kabur?

Seru untuk tingkat teenlit menurut saya. Dan di endint ada twist yang menggantung membuat saya ingin mencari jawabannya di buku selanjutnya. Ya, buku ini merupakan trilogi. Pantas ponakan saya berkali menyuruh saya membaca buku ini dan dia berharap sekali ditayangkan dalam bentuk film.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

Minggu, 09 April 2017

[Review buku] Tintentod/Inkdeath

Judul: Tintentod / Inkdeath
Penulis: Cornelia Funke
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 728 hlm, 23 cm, cetakan pertama Desember 2012
ISBN: 978 979 22 8968 8

Buku ketiga sekaligus terakhir dari rangkaian kisah Inkheart ini ternyata semakin jauh dari akhir yang diciptakan penulisnya. Berawal dari Meggie, Mo, dan Staubfinger yang kembali memasuki dunia dalam buku, ternyata berbuntut panjang. Staubfinger mati karena menukar kematian Farid dan dibawa Perempuan putih.

Sementara penguasa Ombra pun berganti dengan matinya Cosimo. Pangeran perak yang kejam mengubah alur cerita. Di tengah kemelut itu, Resa diketahui hamil. Ketakutan akan nasib bayi yang dikandungnya, Resa membujuk Mo untuk kembali ke dunia nyata. Namun Mo lebih menyukai dunia dalam buku. Mo telah menjelma Gagak Biru.

Bagaimanakah nasib mereka, saat tokoh yang mereka baca menjelma daging dan bernyawa seperti mereka, saat kata-kata telah mengendalikan hidup mereka, bukan sekadar bacaan?

Sejujurnya saya kurang suka ending dari kisah ini. Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Aku kadang-kadang merasa bahwa ada terlalu banyak pikiran dan kenangan berjejal dalam otakku." (H.57)

"Rahasia...tidak ada yang merusak cinta lebih cepat daripada rahasia." (H.163)

"Mengapa kematian membuat hidup terasa jauh lebih manis? Mengapa hati hanya mencintai apa yang bisa hilang?" (H.540)

"Jauh lebih sulit menunggu, hanya menunggu terus." (H.568)

Meta morfillah

Sabtu, 08 April 2017

Ketidaktahuan (kebodohan) cenderung pada kekufuran

KETIDAKTAHUAN (KEBODOHAN) CENDERUNG PADA KEKUFURAN

"Sandalnya disusun rapi ya, Sayang."

"Makannya duduk ya, Sayang."

"Tangan kanan ya, Sayang."

"Shalat ya, Sayang."

Berkali saya mengingatkan hal tersebut. Dari kerapian sandal, saya ingin mengajarkan bahwa sepatutnya muslim itu tertib saat memasuki sebuah tempat, rapi dan elegan.

Dari adab makan, secara hadits shahih ada larangan makan dan minum sambil berdiri, juga mendahulukan yang kanan dalam segala hal. Secara ilmu sains, ada kelebihan mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang bermanfaat untuk kesehatan kita pribadi.

Kewajiban shalat lima waktu adalah hal yang tak bisa ditawar bagi seorang muslim. Ia adalah amalan pertama yang akan dihisab kelak. Ada banyak perintahmya dalam Al Quran dan kajian keajaiban shalat terkait kesehatan dan emosional diri.

Tapi masih banyak yang belum paham. Bukan sebab mereka ingin melanggar, tapi bersebab pengetahuan yang terbatas. Maka tugas yang pahamlah untuk memberitahu dengan sebaik-baik perkataan, sebenar-benar cara, setepat-tepat waktu, dan seindah-indah akhlak.

Sebab mendiamkan sama saja membiarkan mereka dalam kubangan ketidaktahuan. Kelak akan melahirkan kebodohan. Kebodohan akan cenderung kepada kekufuran. Mereka tak lagi mengenal Rabbnya, Rasulnya, agamanya dan akhlak yang harus dicontoh.

Mendidik hal sekecil ini, justru membutuhkan effort besar dibanding sekadar menyuruh mereka menghafalkan materi. Sayang, banyak yang lebih berbangga dengan prestasi namun tak berakhlak. Padahal saat akhlak terinternalisasi dengan baik, insya allah prestasi akan lahir dengan gemilang. Sebab sebaik-baik hamba yang dicintai Allah ialah mukmin yang kuat, cerdas, dan menjadi khalifah.

Meta morfillah

Minggu, 02 April 2017

Menjadi fitnah tanpa sadar

Sebagai wanita... saya kadang ngeri bila tanpa sadar saya jadi fitnah di muka bumi ini. Fitnah terbesar dan terberat bagi lelaki. Meskipun tidak saya niatkan.

Contohnya saat saya upload foto ke medsos dengan caption tulisan yang menurut saya relate. Niat saya hanya mengabadikan dan bukan pamer. Bahkan dalam keadaan terhijab rapi. Tapi nyatanya, di mata lelaki bisa berbeda. Ada rasa pada kata-kata yang saya ciptakan. Ada ingin pada fisik yang terlihat.

Dilema...

Jujur saja, saya belum sehebat sahabiyah yang mampu menjaga diri. Saya masih cukup longgar, terutama dalam medsos. Sebab saya kira semua berasal dari diri dan niat saya. Saya tak mau mengatur niat dan rasa orang lain.

Tapi... perlahan hati pun risih bila selfie, wefie, buat video, dll.

Doakan saja ya, semoga saya bisa meminimalisir upload foto pribadi. Terus doakan saya agar menjadi saleha dan bermanfaat banyak bagi umat.

Meta morfillah

Sabtu, 01 April 2017

Be proud of your unique life

"Mbak Met, guru sekolah alam itu capek banget ya? Banyak aktivitasnya. Suamiku baru pulang kegiatan sudah ada kegiatan lagi. Camping di weekend pula. Kamu gitu juga ya, Mbak? Masyaa Allah."

Saya suka tersenyum bila teringat percakapan itu. Penilaian teman ngaji yang baru menikahi seorang guru SD sekolah alam di bilangan Depok. Dia cukup kaget sebab profesi guru sekolah alam itu jauh lebih banyak pekerjaannya dibanding sekolah umum dan pekerja kantoran.

Oh my dear, setiap profesi seenak apa pun terlihatnya, baik yang suka tugas keluar kota/negeri, jam kerja fleksibel, dan lainnya tetap saja ada capek, enak dan tidak enaknya. Jangan tertipu dengan stereotype yang keliru.

Misal jadi guru enak karena jam kerja sedikit. Guru di mana dulu? Atau mau jadi pedagang (buku, makanan, dll) karena enak jadi bos sendiri. Sudah bisa manage diri sendiri belum? Menghadapi kepahitan bisnis siap tidak? And many things else.

Ternyata, kita masih sering menilai dari apa yang terlihat. Kita cepat menyimpulkan bahwa kebahagiaan seseorang itu tergantung apa yang dia posting di media sosial dan terlihat sepintas. Usaha berdarah dan berlinang air mata di baliknya, kita tahu apa?

Kita sering meminta hidup kita dibuat mudah dan enak atau menjelma seperti nganu(baca: seseorang), padahal hidup kita sendiri mungkin merupakan hidup impian bagi nganu-nganu lainnya.

Yuk ah, bersyukur sama hidup masing-masing! Apalagi META nih, dia mah pelupa banget! Harus sering diingatkan, dinasihati, sering menulis biar malu sendiri baca apa yang ditulis. Jadi enggak ada tuh waktu untuk menggunjing orang lain. Sibuk bebenah diri aja, Met!

Duhaai... Meta... meta... Tolong sayangi Meta ya, luruskan kalau dia bengkok, dengan cara yang baik.

Meta morfillah