Jumat, 30 Desember 2016

[Review buku] Persekutuan misterius Benedict dan dilema sang tawanan

Judul: Persekutuan misterius Benedict dan dilema sang tawanan
Penulis: Trenton Lee stewart
Penerbit: Matahati
Dimensi: 446 hlm, cetakan pertama Mei 2011
ISBN: 978 602 8 590280

Mr. Curtain yang menghilang bersama Manusia Sepuluh ternyata menyusun sebuah rencana jahat. Berdiam di penjara Third Island, mereka berencana mencuri kembali Sang Pembisik. Bahkan cara kerja anak-anak sudah tertebak! Mereka tertipu dan berhasil ditangkap. Hal itu terjadi dalam satu hari ketika Mr. Curtain berhaisl menyabotase sistem jaringan listrik dan komunikasi seluruh kota Stonetown. Mengapa Kate, Reynie, Sticky, dan Constance dijadikan tawanan sementara Sang Pembisik telah berhasil dicuri? Juga bagaimana masa lalu Constance hingga dia terlantar di jalanan? Paling penting, bagaimanakah akhir persekutuan misterius benedict, akankah mereka berhasil dan tetap bersama setelah misi ini selesai?

Buku ketiga sekaligus buku terakhir dari trilogi Persekutuan Misterius Benedict ini jauh lebih tipis dibandingkan buku sebelumnya. Namun jauh lebih seru, menegangkan dan asyik! Juga lebih terasa kekentalan persahabatan keempat anak tersebut. Bagaimana mereka yang psikologi perkembangannya sedang egois mampu menekan ego demi keutuhan tim. Luar biasa. Tentu saja endingnya amat saya sukai. Tidak ada yang menyukai perpisahan begitu cepat, bukan?

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Pikiran seseorang adalah hak milik seseorang yang paling berharga dan paling pribadi." (H.75)

"Dalam beberapa kasus tertentu, ketidaktahuan adalah perlindungan kalian yang paling tepat." (H.88)

"Pikiran seseorang kadang-kadang bisa mengubur ingatan-ingatan menyakitkan sebagai suatu cara untuk melindungi diri." (H.135)

"Aku terus berpikir tentang bagaimana semua hal baik dalam seluruh urusan ini berhubungan dengan hal-hal buruk.
Mungkin kita seharusnya belajar untuk menyukai perasaan itu." (H.440)

"Kau tidak bertanggung jawab atas diri kita semua. Kita semua bertanggung jawab atas diri masing-masing, bukan?" (H.441)

Meta morfillah

Rabu, 28 Desember 2016

[Review buku] Persekutuan misterius benedict dan perjalanan maut

Judul: Persekutuan misterius benedict dan perjalanan maut
Penulis: Trenton lee stewart
Penerbit: Matahati
Dimensi: 546 hlm, cetakan pertama januari 2010
ISBN: 978 602 85900 68

Persekutuan misterius benedict telah mencapai usia satu tahun. Untuk merayakannya, Mr. Benedict merancang sebuah petualangan dengan ragam teka-teki yang harus dipecahkan Reynie, Sticky, Kate, dan Constance. Sayangnya, saat melakukan hal itu bersama Nomor Dua, mereka menghilang. Untuk menemukannya, anak-anak harus memecahkan petunjuk dalam setiap teka-teki yang membawa mereka ke suatu pulau terpencil yang tidak ada dalam peta. Bahkan mereka sampai melintasi negara. Pada akhirnya mereka harus berhadapan kembali dengan musuh lama, Mr. Curtain dan Manusia Sepuluh yang sangat berbahaya. Akankah mereka berhasil? Kepada siapa sajakah mereka harus percaya, sementara ada banyak pengkhianatan?

Buku kedua dari seri petualangan Persekutuan Misterius Benedict ini memiliki konflik yang semakin serius dan banyak adegan action dibanding buku pertama. Beragam petunjuknya juga tak begitu cepat saya pecahkan. Lebih menantang. Dan akhirnya saya tahu keistimewaan Constance. Namun di beberapa part terlalu sering keberuntungan menghampiri, hehe.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Semua belum akan selesai, hingga kita memutuskan begitu." (H.239)

"Dan aku menyadari bahwa kita tidak kekurangan kejahatan di dunia ini, tapi bukankah menghibur karena kita tahu begitu banyak orang yang bersedia berjuang untuk kebaikan?" (H.543)

Meta morfillah

Senin, 26 Desember 2016

[Review buku] The mysterious benedict society

Judul: The mysterious benedict society
Penulis: Trenton lee stewart
Penerbit: Matahati
Dimensi:576 hlm, cetakan kelima juni 2010
ISBN: 979 1141 34 7

"Apakah kau seorang anak berbakat yang mencari kesempatan istimewa?"

Iklan di surat kabar tersebut mengundang ratusan anak mengikuti beberapa tes yang misterius dan menguras otak. Namun dari ratusan, hanya empat anak yang lolos. Ialah Reynie, Sticky, Kate, dan Constance. Mereka bekerja sama dalam sebuah misi berbahaya, menyusup ke dalam Institut untuk membongkar konspirasi jahat yang akan mengacaukan dunia. Pemberi misi itu adalah seorang jenius yang mengidap narcolepsi--jika tertawa berlebihan, maka ia akan jatuh tertidur--bernama Mr. Benedict. Dalam menjalankan misi tersebut Mr. Benedict dibantu oleh Miligan (lelaki dengan wajah murung yang kehilangan ingatannya di Institut), Rhonda (wanita penjebak), dan Nomor dua (wanita sekurus pensil yang tak pernah tidur). Apakah misi utama mereka? Akankah mereka berhasil menunaikan misinya? Mengapa harus anak-anak?

Berawal dari keyakinan penulis bahwa anak-anak sering terlihat, namun jarang didengarkan dan selalu diremehkan--pengamatan terhadap kedua putranya--lahirlah novel petualangan remaja ini. Novel ini adalah seri pertama dari tiga seri lengkapnya. Membacanya seperti mengingatkan saya pada rasa saat membaca Petualangan Lima Sekawan. Ada banyak kejutan yang tak terduga, meski beberapa teka-teki bisa saya pecahkan dengan mudah. Sangat asyik dan mudah dicerna, meski masalah yang diangkat menurut saya cukup rumit dimengerti. Tentang penguasaan massa melalui media massa berupa TV dan radio.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Itu adalah kerugian menjadi seorang genius--Hanya karena kau mengerti sesuatu, tidak berarti orang lain juga mengerti." (H.130)

"Jika Anda tak dapat memercayai mereka, jagalah agar mereka berada di dekat Anda." (H.287)

"Satu-satunya cara ketakutan bisa menghilang adalah jika kita menghadapinya." (H.449)

Meta morfillah

Sabtu, 24 Desember 2016

Tentang film "Cinta Laki-laki biasa"

Wow, banyak yang minta diceritain tentang film "Cinta Laki-laki Biasa" ini. Well, demi kalian langsung aku buat nih!

Film ini diadaptasi dari sebuah cerpen yang kubaca waktu awal kuliah. Ternyata dipanjangkan dan detail alurnya menjadi sebuah novel. Persis seperti film "Ketika Mas Gagah Pergi". Penulisnya pun salah satu penulis favoritku, @asmanadia.

Kisah film ini simple, tentang gadis bungsu sebuah keluarga kaya yang orientasi materi dan pamor duniawi, bernama Nania. Nania berbeda dari 3 kakak wanitanya dan mamanya. Dia tidak girly dan memilih menjadi arsitek yang magang di kantor pengembang rumah sederhana. Di sanalah ia bertemu Rafli, seorang kepala mandor, lelaki biasa yang tegas, baik, rajin ibadah, dan menjadi mentor Nania. Hanya sebatas hubungan kerja, dan berakhir seiring akhir masa magang Nania. Dua tahun berlalu, Rafli hadir dan mengajak Nania ta'aruf. Padahal keluarga Nania sudah memilihkan calon suami untuk Nania, seorang dokter tampan, kaya, dan cerdas bernama Tio. Tapi, Nania memilih menikah bersama Rafli.

Sungguh, itu tidak mudah diterima. Rafli hanya kepala mandor, lulusan D3, tidak kaya dan terkenal. Apa yang dapat menjanjikan kebahagiaan Nania? Sampai Raflo disidang oleh ayah dan para kakak ipar Nania yang sangat mapan dan terkenal.

Finally, mereka menikah. Meski banyak konflik terutama dari pihak keluarga Nania yang tak mengerti mengapa Nania yang sempurna memilih Rafli yang biasa saja.

Tapi Allah selalu memberikan ujian terbaiknya dalam hidup yang dirasa Nania begitu sempurna dan bahagia bersama Rafli. Nania kecelakaan dan mengalami kelumpuhan serta amnesia. Memori bahagianya bersama Rafli dan anak-anaknya tertutup. Butuh waktu lama untuk memantik memori itu kembali. Di sanalah Rafli tampil sebagai suami, ayah, yang bertanggung jawab. Biaya perawatan hingga menjual rumah mereka, juga perawatan kedua anaknya selama Nania sakit dijalankannya dengan baik. Meski beberapa kali, Rafli tak sabar dan sedih. Hingga memori itu kembali, suara-suara bising dari keluarga Nania pun hilang. Mereka akhirnya paham mengapa Rafli yang menjadi suami Nania. Tidak akan ada suami sesabar dan setegar Rafli jika diberi cobaan seperti itu.

Aku puas banget nonton ini. Emosi Rafli dan Nania tersampaikan dengan baik. Good job @devamahenra dan @velove.

Pembelajaran yang aku ambil pun banyak, terkait ta'aruf juga konflik dalam keluarga. Beberapa part seakan refleksi diriku sendiri. Well, cukup berat menjadi anak bungsu yang memiliki persepsi serta prinsip berbeda dari keluarga dan mempertahankannya seorang diri dengan kekeraskepalaan. I feel similar things like Nania.

And I hope, I will find my tree of life soon. Tempat aku bersandar dan mengokohkan pijakan untuk bertahan pada prinsip yang kuyakini.

"Laki-laki yang mengajak perempuan ta'aruf, itu laki-laki yang yakin bahwa perempuan itu cocok dengannya."

"Raffli hanya laki-laki biasa. Keistimewaannya cuma satu. Seumur hidupnya dia tidak pernah memyakiti saya, ibunya. Insyaa allah dia akan berlaku sama pada istrinya."

"Cinta bukan sesuatu untuk dipelajari, Nania. Cinta tumbuh dan menguat karena apa yang kita alami di masa lalu."

Meta morfillah

Jumat, 23 Desember 2016

Tanda: Hadiah buku

Tadi buka-buka lemari buku, mencarikan beberapa buku yang sesuai dengan karakteristik bacaan seorang teman. Lalu dapatlah tiga buku yang menurut saya cocok.

Saat saya buka halaman pembuka, ternyata ketiganya adalah hadiah milad dari orang yang berbeda dan tahun yang berbeda. Saya jadi iseng, pengin tahu buku saya yang mana saja yang merupakan hadiah.

Saya buka satu per satu, ternyata cukup banyak juga. Kebanyakan hadiah milad, lalu hadiah menang lomba, hadiah jadi proofreader dan hadiah tanpa alasan. Bahkan ada beberapa yang saya tahu itu adalah pemberian, tapi lupa saya tulis.

Rekam jejak tulisan seperti ini cukup membantu saya untuk mendoakan para pemberi hadiah buku ini. Meski beberapa sudah jarang kontak.

Terima kasih untuk hadiahnya. Hadiah terbaik yang amat saya sukai sepanjang masa: BUKU!

Meta morfillah

Kamis, 22 Desember 2016

[Mentoring] Fastabiqul khairaat

[Mentoring] Fastabiqul khairat

Bu Sri
Sabtu, 19 November 2016

Menyegerakan berbuat baik, balasannya adalah surga.
“Laknya dari kasturi (surga). Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” [Q. s. Al mutaffifin: 26]
“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” [Q. s. Al baqarah: 148]

Hasan Al Bashri berkata “Jika kau melihat orang lain mengunggulimu dalam hal dunia, maka kalahkanlah dia dalam hal akhirat.”

Kita harus memilih akan menjadi golongan yang mana sebagaimana firman Allah dalam Q. s. Fathir: 32

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”

Hendaknya kita berlomba dalam kebaikan, terutama dalam hal berikut:
1. Berlomba-lomba dalam menghadiri majelis ilmu. 
Ikut ceramah, liqo, kuliah, tahsin, tahfidz, dll.

2. Shalat berjamaah di masjid. 
Untuk ikhwan ini adalah harga mati.

3. Belajar Al Quran.
Tingkatan belajar Al Quran adalah: Tahsin, tahfidz, tafsir, amalkan.

4. Bersedekah
Makna sedekah luas, tidak hanya harta. Bisa berupa senyum, doa, ilmu, harta, bahkan menyingkirkan duri di jalan.

5. Memohon ampun pada Allah/tobat
"Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." [Q. S. Hadid: 21]

Sebab kita tidak tahu sampai berapa usia kita di dunia.

6. Berdakwah
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." [Q. S. Ali Imran: 104]

7. Berlomba dalam amal-amal lain, seperti menjenguk orang sakit, memuliakan orangtua, menolong orang.


Landasan fastabiqul khairaat:
1. Iman pada Allah, menjadikan wala' dan bara' (was-was terhadap amal yang mana yang akan Allah terima).
2. Ta'awun, sinergi. Analoginya seperti sapu lidi. Kalau bekerja sendiri, akan lebih berat. Berbeda saat bersatu seperti sapu lidi, bisa menyapu banyak dan luas.
3. Sabar, istiqomah dalam fastabiqul khairaat. Dalam Al Quran, sabar tidak ada batasnya.


Meta morfillah

[Kajian] Membentuk generasi rabbani

[Kajian] Membentuk generasi rabbani

Minggu, 23 Okt 2016
Ustad Agus Sudjatmiko (Ayah 8 hafidz)

Jadikanlah keluargamu generasi rabbani (dekat dan paham Al Quran).

Ada anak yang hafal 30 juz tapi kelakuannya membuat orangtua mengelus dada. Jangan patah semangat, tetap kita sabar membentuk karakternya. Di Jepang, penelitian menyatakan bahwa untuk membentuk anak punya skill (hafal Al Quran saja) hanya butuh 6 bulan. Tapi untuk membentuk karakter (akhlak Qur’ani seperti Rasulullah SAW) butuh 15 tahun. Itulah sebab di Jepang sendiri lebih ditekankan budaya antre (akhlak), bukan hitung-hitungan (skill).

Maka mulailah sejak dini (pra SD) untuk membentuk sibgah Allah. Caranya sebagai berikut:
  1. Fase 1 (selama 3 tahun)àTK, target anak bisa baca Al Quran dan hafal juz 30.
  2. Fase 2 (selama 6 tahun)àSD (usia 6-12 tahun) hafal Quran 30 juz, khatam baca Quran minimal satu kali.
  3. Fase 3 (selama 3 tahun)àSMP gembleng bahasa arab, kerangkeng/masukkan ke pesantren, sebab ini masa pergolakan.
  4. Fase 4 (selama 3 tahun)àSMA


Gambaran jika anak tidak dibekali agama/Quran:
a.       Cewek jenius tapi pecandu obat dan jalan sama om-om di hotel. Orangtuanya tidak percaya, ketika diberitahu oleh guru yang melihatnya langsung.
b.      Cowok lulus kedokteran (orangtuanya dokter spesialis dan punya Rumah Sakit) mati dalam keadaan duduk selaa seharian main game.

Israel takut generasi penghafal Quran, makanya banyak korban wanita dan anak-anak Palestina yang mati. Dalam 23 hari hampir 1500 anak-anak mati, tapi Allah langsung ganti. Setelah diadakan sensus, dalam 23 hari ada 1500 bayi laki-laki yang lahir, rata-rata kembar lima.

Letakkanlah Quran di dadamu, niscaya dunia akan kaugenggam. Program 1 rumah 1 hafidz. Aib kalau tidak ada hafidz di rumah.


Meta morfillah