Senin, 27 April 2015

Kebohongan anak bunda

Bunda sering berbohong pada anaknya, mengatakan sudah makan padahal belum makan.

Bunda sering berbohong memiliki uang, padahal sedang tak punya uang sepeser pun.

Bunda sering berbohong bilang bahwa dirinya bahagia, padahal hatinya sedang sedih.

Bunda sering berbohong bahwa dirinya tak takut dan kuat, padahal ia begitu ketakutan setengah mati dan rapuh.

Tahukah bunda, bahwa aku belajar menjadi sepertimu?

Aku pun sering berbohong pada bunda.
Bilang aku sudah makan, padahal belum. Agar bunda lahap memakan makanan yang kubawakan tanpa perlu memikirkanku.

Aku pun sering berbohong pada bunda.
Bilang bahwa uangku masih banyak di ATM. Agar bunda menerima uang bulanan yang kuberikan sekadarnya, tanpa tahu aku hanya memiliki uang pas-pasan untuk ongkos.

Aku pun sering berbohong pada bunda.
Bilang bahwa aku bahagia, tak sakit hati, dan tak pusing soal cinta. Agar bunda tenang, tanpa perlu terganggu air mataku lagi.

Bukankah ini lucu, Bunda?
Kita sama-sama sering berbohong demi kebahagiaan masing-masing. Meski itu menyakiti diri kita sendiri.

Tapi Bunda...
Apakah kebohongan seperti ini diperbolehkan terus-menerus? Kadang, aku khawatir... apakah kebanyakan wanita suka berbohong seperti kita? Hingga Allah menjamin bahwa bahan bakar neraka adalah batu dan wanita. Apakah karena kebohongan seperti ini, Bunda?

Meta morfillah

Selasa, 21 April 2015

[Review buku] Sandi Magdalena

Judul: Sandi Magdalena
Penulis: Jim Hougan
Penerbit: Fresh Book
Dimensi: 577 hlm, cetakan 1 Maret 2007
ISBN: 979 98459 2 0

Berita pembunuhan seorang profesor psikologi yang mayatnya dibuang di depan sebuah gereja kuno dengan isi perut terburai, ternyata berpengaruh besar pada seorang agen CIA bernama Jack Dunphy. Penyamarannya sebagai seorang Irlandia bernama Merry Kerry terpaksa harus ditinggalkan. Tidak sampai di situ saja, selain ditarik dari tugasnya, kini situasi berbalik. Hidup Dunphy terancam! Ia kini menjadi buruan atasan dan koleganya. Ia pun terjebak dalam pelarian sekaligus petualangan yang berbahaya.

Semua hal yang terjadi ternyata berkaitan dengan sebuah komunitas rahasia bernama Komunitas Magdalena, yang diyakini merupakan keturunan Yesus dari Maria Magdalena. Fakta mengejutkan bahwa pembentukan CIA oleh Allen Dulles ternyata merupakan penyembunyian penyamaran komunitas tersebut.

Secara isi, cukup menarik. Hanya saja, di beberapa part saya merasa terlalu beruntung nasib tokoh utama. Juga beberapa informasi tidak terjelaskan dengan gamblang apa kaitannya, sehingga membuat saya bingung apa tujuan utama dan yang ingin dicapai organisasi ini. Ditambah dengan ending yang begitu antiklimaks, meski agak menggantungkan sebuah rahasia yang membuat saya bertanya-tanya.

Secara keseluruhan saya mengapresiasi 4 dari 5 bintang untuk novel ini.

Meta morfillah

Sabtu, 18 April 2015

[Review buku] Rumah kopi singa tertawa

Judul: Rumah kopi singa tertawa
Penulis: Yusi avianto pareanom
Penerbit: Banana
Dimensi: 172 hlm, 14 cm
ISBN: 978 978 1079 26 6

Berisi 18 cerita pendek yang gokil menurut saya. Judulnya sendiri merupakan salah satu judul yang cerpen di dalamnya. Dan saya tak paham maksud dari judul Rumah Kopi singa tertawa dan isi cerpennya itu sendiri. Tapi buku ini asyik untuk dibaca. Twist di tiap cerita cukup membuat saya menggeleng-gelengkan kepala saat menamatkannya. Dua cerpen yang saya paling suka di kumcer ini adalah "Ajal Anwar Sadat di Cempaka Putih" dan "Tiga Maria dan satu Mariam". Meski ada beberapa yang agak kurang saya pahami, di cerpen yang terkait dengan tokoh pewayangan, karena saya memang tak terlalu paham dunia perwayangan, saya mengapresiasi 5 dari 5 bintang untuk buku ini.

Berikut adalah cuplikan 18 cerpen tersebut:
1. Cara-cara mati yang kurang aduhai
Cerita seorang kawan yang terkena vonis kanker pankreas dan maut yang rahasia.

2. Dosa besar no. 14
Cerita tentang dosa besar yang dilakukan tokoh utama di waktu remaja.

3. Sebelum peluncuran
Cerita seorang penulis yang berusaha mendapatkan tubuh atletis.

4. Edelweiss melayat ke ciputat
Cerita tentang orang yang edelweiss benci dimutilasi dan mantan suaminya.

5. Tiga lelaki dan seekor anjing yang berlari
Cerita tiga lelaki dan seekor anjing tua yang gemar memakan kotoran, berlari melintasi gurun.

6. Telur rebus dan kulit kasim
Cerita strategi masuk ke sebuah desa dengan membeli kulit kasim yang masih hidup.

7. Penyakit-penyakit yang mengundang tawa
Cerita beragam penyakit yang sepele namun mengundang tawa dan maut.

8. Rumah kopi singa tertawa
Cerita beragan cerita di tiap meja sebuah rumah kopi.

9. Kabut permata
Cerita hilangnya permata yang tak diketahui oleh keluarganya.

10. Kabut suami
Cerita suami rosamund yang menjelma kabut demi mengetahui kadar cinta istrinya.

11. Sengatan Gwen
Cerita gwen dan pesonanya yang mengundang cinta terlarang bagi sam.

12. Ajal anwar sadat di cempaka putih
Cerita kematian anwar sadat yang memiliki kebetulan dengan perbuatannya di masa kecil.

13. Durma sambat
Cerita durma sambat yang sering disalahpahami.

14. Dari dapur bu sewon
Cerita tetangga yang selalu mengantarkan masakannya yang tak enak.

15. Tiga maria dan satu mariam
Cerita tiga wanita bernama maria dan satu wanita bernama mariam yang tidak saling berkaitan.

16. Dua kisah pendek tentang punakawan
Cerita tentang togog tejamantri dan petruk.

17. Laki-laki di ujung jalan
Cerita tentang laki-laki di ujung jalan dan kebiasaan anehnya.

18. Hukum Murphy membelit orang-orang karangapi
Cerita orang-orang karangapi yang terkena hukum murphy, kesialan karena perilaku yang kurang baik.

Meta morfillah

[Review buku] Sarelgaz dan cerita-cerita lainnya

Judul: Sarelgaz dan cerita-cerita lainnya
Penulis: Sungging Raga
Penerbit: Indie book corner
Dimensi: 144 hlm, 12 x 18 cm, cetakan pertama oktober 2014
ISBN: 978 602 3090 06 8

Ini adalah buku yang berisi 17 cerita pendek karya Sungging Raga. Beberapa di antaranya, ada yang sudah saya baca melalui blognya. Dari awal saya mengenal tulisan sungging raga di blognya www.surgakata.wordpress.com saya sudah jatuh cinta dengan gayanya bercerita. Ia pun memiliki semacam ciri khas, seperti nama tokohnya yang sering menggunakan nama Nalea, Alesia, Oxymora; juga lokasi desa bernama ensifera, yang sampai membuat saya merasa desa itu benar-benar ada. Semua ceritanya menarik. Tapi kalau ditanya yang paling saya suka di antara 17 cerpen ini, saya punya favorit: Alesia. Meski saya sudah membaca cerita itu di blognya, tak bosan membaca ulang dan tetap sama kesan yang saya dapat setelah membacanya.

Meski secara pengemasan saya agak menyayangkan, sebab jenis font yang digunakan adalah jenis font berkait dengan ukuran yang kecil, sehingga membuat orang cepat mengantuk saat membacanya. Ditambah banyak pemenggalan kata yang ditandai "-" yang menurut saya kurang tepat dan agak mengganggu. Saya tetap memberi 5 dari 5 bintang. Kualitas sungging raga tak patut diragukan lagi.

Berikut cuplikan ketujuh belas cerita pendek tersebut:
1. Sepertiga malam terakhir
Cerita anak kecil dan doanya di sepertiga malam.

2. Hipotenusa
Cerita anak setengah manusia-iblis yang bingung menentukan jati dirinya.

3. Sifat sedih hujan
Cerita tentang hujan dan doa seorang gadis yang tidak menginginkan kehadirannya.

4. Alesia
Cerita anak kecil dengan ibunya yang sakit dan malaikat.

5. Kutukan kurir kematian
Cerita awal mula sebuah profesi hingga sejarah mengulang kembali dirinya.

6. Nehalenia
Cerita jenis kekasih dari dunia hantu.

7. Pesugihan zombie
Cerita sepasang kekasih yang memilih pesugihan zombie dan pada akhirnya terpisah selamanya.

8. Perempuan yang berjalan di tengah rel
Cerita perempuan yang berjalan di tengah rel dengan tujuan yang hanya ia sendiri dan Tuhan yang tahu.

9. Dongeng balas dendam
Cerita keisengan leluhur yang menjelma kerusakan dua buah negeri.

10. Bidadari serayu
Cerita tentang awal mula pencemaran sungai serayu.

11. Sarelgaz
Cerita tentang sarelgaz dan ratu laba-laba.

12. Gadis pelukis mimpi
Cerita gadis dan lukisan karya ayahnya.

13. Laut kesedihan
Cerita seorang gadis yang membangun laut kesedihan hingga akhirnya laut meniadakannya.

14. Isara
Cerita isara dan lelaki yang dicintainya dengan stasiun lempuyangan sebagai saksi.

15. Sebuah patung menangis
Cerita mitos patung menangis yang menentukan lama atau tidaknya sepasang kekasih bertahan.

16. Surat dari janelle
Cerita tentang surat dari janelle dan balasannya.

17. Abnormabilia
Cerita oxymora, anak setengah manusia-iblis yang jatuh cinta pada guru SD nya.

Meta morfillah

[Review buku] Kamu: cerita yang tidak perlu dipercaya

Judul: Kamu - cerita yang tidak perlu dipercaya
Penulis: Sabda Armandio
Penerbit: Moka media
Dimensi: viii + 348 hlm, 11 x 17 cm, cetakan pertama 2015
ISBN: 979 795 961 9

Benar-benar cerita yang tidak perlu dipercaya. Bahkan sampai menamatkan buku ini, saya masih ga percaya... cerita apa sih ini sebenarnya? Tapi asyik. Pernah merasa terkesima mendengar seseorang bercerita tentang pengalamannya, meski aneh dan kadang tak masuk logika, tapi kamu menerima dan menikmatinya. Persis seperti itu rasanya membaca buku ini.

Uniknya, tokoh utama di sini tak bernama. Hanya aku dan kamu dan tokoh pendukung lain yang beberapa tak juga bernama. Dengan alur maju mundur, sebaiknya kamu mempunyai pegangan agar tak bingung membedakan realitas dan urutan cerita. Secara isi, saya menikmati cerita yang sepertinya hanya menikmati bagaimana bercerita ini. Gaya bahasanya pun meski seenaknya, yang terasa banget penulisnya anak muda, tapi tetap berbobot, bahkan kadang agak puitis. Namun masih banyak typo dan kurang spasi di beberapa bagian yang cukup mengganggu. Secara tampilan saya suka covernya. Simpel tapi terasa kekinian banget ala anak muda. Biru dan kuning, kayak seragam olahraga smk telkom saya hahaha. Saya beri nilai 4 dari 5 bintang.

Meski tak ada tema khusus, sebab ini cerita tentang kenormalan hidup dan apa saja yang dipikirkan sang tokoh, tapi ada beberapa kalimat yang saya suka dan cukup dalam untuk diresapi. Seperti ini contohnya,

"Keramaian adalah dengung yang semakin didengarkan justru membuatmu kesepian. Orang-orang terus bicara; berbagai jenis suara berlintasan hingga telingamu penuh tetapi kepalamu kosong. Tidak mengerti apa-apa, bukan bagian dari apa-apa." (Hlm. 17)

"Menurutku jatuh cinta itu nggak indah-indah amat. Kau buka hatimu supaya seseorang masuk ke dalam, kau jaga dia agar betah dan sehat, dan seterusnya, dan seterusnya. Seperti memelihara orang lain di dalam tubuh sendiri. Sialnya, kau nggak punya perangkat untuk sepenuhnya memahami orang lain." (Hlm. 279)

"Kita ini sangat ingin dibilang orang kota, sampai-sampai kita lupa, kampungan memiliki makna yang romantis. Dan si orang kota ini terus-menerus mengeluh soal betapa buruknya tata kota, kemacetan, dan membanding-bandingkan keadaan dulu dan sekarang. Lalu mereka dengan tak tahu diri memuja-muja harum tanah basah, mencari udara segar ke hutan, memotret langit senja di gunung atau matahari terbenam di laut, tapi nggak ada yang mau hidup di kampung atau merubuhkan kita mereka dan menjadikannya kampung lagi. Mereka takut kehilangan kemapanan yang merela bangun untuk menunjang hidup enak dan praktis. Yang bisa mereka lakukan hanyalah mengkhayal tentang kehidupan desa sambil minum kopi," (Hlm. 291)

Meta morfillah

Rabu, 15 April 2015

Film The Cobbler

Film The Cobbler

Awalnya niat nonton ini tuh untuk menghibur diri. Karena review di tv lucu dan Adam Sandler yang main. Diajak nonton filosofi kopi, tha tolak. Alasannya "Lagi ga mau yang serius dan buat keluar air mata." Ternyata film ini jauh nguras air mata. Tapi, nangisnya setelah nonton, soalnya ga enak sama teman yang nemenin. Hahahha...

Filosofi hidup yang tha dapat dari film ini cukup dalam dan ngena. Pepatah bilang "Don't judge people from their cover, until you walk on their shoes." Film ini benar-benar mengandaikan bila kita memakai sepatu orang lain, it means 'walk on their shoes', kita akan tahu kehidupannya serta cara pandangnya selama ini. Max Simmin, melalui kecelakaan karena mesin jahit sepatunya rusak, terpaksa memakai mesin jahit sepatu lama warisan ayahnya. Takdir bekerja dengan caranya sesuai skenario Tuhan. Max menemukan keajaiban. Semua sepatu yang dijahit memakai mesin itu membuat Max bisa berubah menjadi pemilik sepatu.

Adegan paling menyentuh adalah saat Max memberikan hadiah terbaik dan terindah kepada ibunya, tanpa ia tahu bahwa itu juga akan menjadi hadiah terakhirnya.

Betapa konflik batin yang dialami Max memuncak, manakala ditinggalkan oleh satu-satunya orang yang ia cintai. Max hampir kehilangan jati diri. Ia menganggap hidupnya selama ini adalah loser, hingga ia tak mampu membelikan nisan yang layak untuk ibu tercinta. Hal-hal buruk pun ia alami saat ia mencoba lari dari kenyataan dengan mengubah diri menjadi orang lain. Hingga ia mendapat kejutan yang membuat ia merasa bahagia kembali.

Memang agak membosankan di beberapa part, tapi saya hargai 8 dari 10. Sebab filosofi hidup yang berat dapat saya maknai dalam film ringan ini. Yakinlah bahwa berkorban untuk keluargamu, terutama orang tuamu tak akan pernah jadi hal yang sia-sia. Meski pun selama kau memberikan waktumu pada mereka, kau tidak menjadi orang hebat yang dikenal dunia. Tapi setidaknya kau telah menjadi dunia bagi mereka. Dan jangan pernah menjudge sepihak dari sisi yang ditinggalkan. Ada banyak hal yang mungkin belum waktunya untuk kamu mengerti saat ini, tapi jangan pernah membenci. Meski itu terlihat buruk bagimu, kau tak pernah tahu kebaikan di baliknya.

Meta morfillah

Sabtu, 11 April 2015

[Review buku] Fatimah

Judul: Fatimah: The Greates Woman In Islamic History
Penulis: Ali Syariati
Penerbit: Mizan Media Utama
Dimensi: xxxiii + 326, cetakan I Juli 2008
ISBN: 978 979 18258 0 1

KAGET!!!
Itulah yang saya rasakan saat membaca buku ini. Ekspektasi saya adalah penjelasan tentang pribadi Fatimah, namun yang saya dapati hingga bab keenam adalah tentang pemikiran Syiah. Saat saya membaca kata pengantarnya, barulah saya paham, ternyata penulisnya berasal dari Iran yang mengaku orang Syiah Alawiyyah, bukan syiah syafawiyyah. Begitu gamblangnya pemujaan terhadap Ali dan Fatimah dibandingkan kekalifahan sahabat. Bahkan sampai ada penyebutan Imam 12, turunan Ali. Saya kaget, mengapa saya bisa memiliki buku ini. Secara logika pun saya agak aneh. Ada beberapa hal yang absurd, seperti mengakui tuhan lain. Menurut saya buku ini menyeramkan bagi orang awam.

Berikut salah satu kalimat aneh yang ingin menjelaskan tentang air mata atau menangis adalah bentuk cinta.

"Mereka menangis agar dapat mengikatkan hati mereka secara mendalam kepada keluarga tercinta ini. Itulah tempat pemujaan yang sesungguhnya, Olimpia sejati tempat bersemayamnya tuhan-tuhan yang tidak mengenal bahasa lain kecuali air mata." (Hlm. 34)

Mengapa harus diumpamakan ke olimpia dan tuhan-tuhan lain?

Juga kronologis usia yang janggal di halaman 197 "Istri Nabi, Khadijah, sudah sangat tua, barangkali tujuh puluh tahun. Dia telah menjalani kehidupan sepuluh tahun masa kenabian dan tiga tahun dalam pengepungan itu."

Padahal di halaman 201, dijelaskan bahwa Nabi berusia 25 tahun, dan Khadijah 40 saat menikah. Berarti selisih usia mereka 15. Nabi diangkat menjadi rasul di usia 40 tahun. Kalau 10 tahun masa kenabian, seharusnya usia nabi 50 tahun dan khadijah 65 tahun, bukan 70 tahun.

Aneh. Sifat Fatimah dan Ali pun begitu aneh di buku ini. Mengejutkan, saya memiliki buku ini. Tertumpuk di tumpukan bawah yang baru sempat saya baca.

Kalau harus memberi bintang, saya beri 1 dari 5 bintang.

Meta morfillah